Meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Tinggi

Meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Tinggi – Memiliki IPK yang sempurna (Cum Laude) adalah adalah dambaan bagi sebagian besar mahasiswa. Cum Laude merupakan salah satu predikat yang diberikan untuk lulusan perguruan tinggi. Istilah Cum Laude berasal dari bahasa Latin yang berarti “dengan kehormatan” atau “dengan pujian”, sehingga mahasiswa yang lulus dengan gelar Cum Laude ini akan lulus dengan mendapatkan pujian.
Gelar ini juga terbagi menjadi 3, yaitu : Summa Cum Laude, Magna Cum Laude, dan Cum Laude. Ketiganya pun memiliki arti yang tidak jauh berbeda. Summa Cum Laude berarti “lulus dengan pujian” atau “kehormatan tertinggi”, Magna Cum Laude berarti “lulus dengan pujian” atau “kehormatan besar”, sedangkan Cum Laude berarti “dengan pujian” atau “kehormatan”.
Nilai IPK untuk mendapatkan gelar tersebut yaitu:
– Summa Cum Laude : > 3.80 (3.80 keatas)
– Magna Cum Laude : 3.60 – 3.79
– Cum Laude : 3.40 – 3.59
Sebagian besar mahasiswa beranggapan bahwa nilai IPK dapat ditentukan saat UTS dan UAS. Sehingga UTS dan UAS merupakan hal yang penting dalam mendapatkan IPK yang sempurna. Tak jarang mahasiswa harus belajar “SKS” atau sistem kebut semalam untuk mendapatkan nilai UTS atau UAS yang sempurna (jangan ditiru ya… hehe). Akan tetapi pada kenyataanya mahasiswa yang sering belajar “SKS” justru mudah sekali lupa dengan materi yang telah dipelajari semalaman. Kasus yang sering terjadi adalah mahasiswa mempelajarinya dengan cara “menghafal” bukan dengan “memahami”. Sehingga masalah yang timbul adalah mahasiswa lupa materi saat ujian berlangsung padahal sebelumnya materi tersebut telah hafal diluar kepala.
Ingin meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi? Sebenarnya, untuk mendapatkan nilai UTS dan UAS yang sempurna cukup mudah. Kuncinya adalah rutin mempelajari dan mempraktekkan materi kuliah, apa pun mata kuliahnya. Ingat ya, belajar dengan memahami bukan dengan menghafal (kecuali untuk materi hafalan). Sedangkan untuk mata kuliah yang berhubungan dengan rumus maupun angka harus sering latihan soal.

Salah satu contohnya adalah Ivan. Ivan merupakan salah satu mahasiswa jurusan Akuntansi di salah satu universitas ternama di Jogja. Ivan merasa kesulitan untuk mengerjakan soal-soal akuntansi sehingga perlu mengikuti bimbingan belajar. Ia pun memilih bimbel “Gama Cendekia Learnesia“. Ivan didampingi oleh seorang tentor dari salah satu universitas terkenal di Jogja.
Kalian yang memiliki problem yang sama seperti Ivan langsung saja hubungi admin bimbel “Gama Cendekia Learnesia”. Kami siap membantu. Terimakasih.